November 8, 2010

Another Study Tour – To visit an exhibition by the great Entang Wiharso

Tanpa melebih-lebihkan apa yang saya lihat. Sebuah karya seni, bahkan bagi para orang awam sekalipun, jika berhasil menyampaikan emosi dan ceritanya maka karya tersebut adalah karya yang luar biasa. Pada sebagian besar karya seni di dunia, karya yang dapat bertahan untuk dikenang sepanjang masa adalah karya yang meninggalkan kesan mendalam, tanpa peduli bahwa penikmatnya adalah seorang ahli atau seorang awam. Faktanya, tergugah adalah tergugah.

Itu adalah apa yang saya rasakan ketika melihat pameran Entang Wiharso di Galeri Nasional yang bertajuk Love Me or Die. Seumur hidup, galeri lukisan yang pernah saya datangi hanyalah Museum Affandi di Yogyakarta, dan saat itu saya baru berumur tidak lebih dari lima belas tahun. Pengertian yang sangat kurang dan belum adanya apresiasi terhadap suatu karya seni membuat perjalanan itu sebetulnya sia-sia bagi saya (walau pada faktanya saya tetap terkagum-kagum melihat kekayaan lukisan yang bahkan tidak dapat saya baca bentuknya itu). Jika sekarang diberi kesempatan, maka saya akan dengan senang hati menikmati karya Affandi dan menyiapkan diri saya untuk terkagum-kagum lagi.

Tetapi kali ini berbeda. Saya tidak mengatakan bahwa saat ini saya adalah ahli dalam bidang seni lukis dan sejenisnya. Saya bahkan tidak bisa membedakan antara kubisme atau abstrak atau surealisme. Justru karena saya bukan ahli maka saya dapat menilai karya Entang Wiharso dengan apresiasi tinggi. Bahkan saya yang tidak mengerti seni bisa merasakan emosi yang ingin ia sampaikan. Hebat. Perasaan yang timbul ketika saya melihat karyanya tidak setengah-setengah. Ketika jijik, saya jijik sepenuhnya. Ketika lucu, saya merasa geli sepenuhnya. Dan tentunya ketika kagum, saya kagum sepenuhnya.

Ajaran yang saya dapatkan hari itu sangat berharga. Untuk menikmati sebuah karya seni, kita harus memahami konteksnya terlebih dahulu. Sebuah konteks adalah kacamata yang akan menuntun kita untuk membaca apa yang ingin disampaikan oleh pembuatnya. Tanpa kacamata itu, maka kita akan merasa kehilangan arah.

Bravo untuk orang-orang yang bisa berkarya dengan jujur dan bisa menyampaikan isi hatinya melalui karyanya.

Note: Sengaja tidak memasukkan gambar ke dalam tulisan ini. Melihat sebuah karya melalui gambar menghasilkan perasaan yang berbeda dengan melihatnya secara langsung. Semoga rasa penasaran membuat kalian pergi melihatnya.

2 comments:

amadea said...

ah vanya, baru mau tanya kenapa ga ada gambarnya hahaha. btw, gw salah 1 orang yg ga bisa menikmati seni lukis, jdnya begitu baca postingan ini gw pengen tau. ah sayang tak ada gambarnya dan sulit rasanya cari waktu untuk pergi kesana :D

Vanya Alessandra said...

bagus loh de.. galeri nasional tuh bangunannya bagus. e tapi kmrn pas gue kesana ada Entang-nya makanya mungkin lebih bagus efeknya hahaa...

Post a Comment