January 28, 2011

Sebal

Gue pengen nulis. Udah lama banget pengen nulis something, yang idenya dari tak ada menjadi ada, dari ada menjadi tiada lagi. Tapi apa daya, jadwal sialan ini mulai nyekek gue. Mungkin ini baru masa penyesuaian, yang jelas sih waktu gue abis aja gitu, penuh dengan kegiatan kecil-besar-penting-tak penting lainnya.

Jadi kalau dirinci, kegiatan gue, selama minggu ini khususnya, terdiri dari kegiatan:
Senen - minjem buku di perpus, kelas seharian, nyiapin materi rebo, ngelayat.
Selasa – ngerjain itungan ekmen sampe gila dan stuck di nomer 18.
Rebo – kelas, sidang full day, dan masih lanjut ngerjain ekmen, kali ini dengan sedikit pencerahan bahwa cara gue ternyata gak salah. Ternyata gue gak bego, seperti yang selalu ditekanin ama seseorang.
Kamis – berusaha ngerjain tugas 10 thou bc (dan Alexander sih, tp br 45 menit gue udh nyerah nontonnya) dan syukurlah, akhirnya kelar si 10 thou bc (biar Alexander dikasi ke orang lain aja hahaaa).
Jumat – clueless soal homework spbu. Siapa nih yg bakal ngerjain??
Dan voila, udh mau senen lagi aja gituuuu…

Super dang!
Jadi intinya sekarang ini emosi gue cuman ada diujung kuku aja. Grrrr you better not disturbing me with anything unimportant.

January 20, 2011

Another things about him...

He loves boiled shrimp, especially drunken shrimp.
He loves duck, especially roasted duck.
He loves sushi.
He loves noodles.

Actually, he loves to eat.
He loves to try something new, whether it’s a new place, or new menu.

January 11, 2011

May you live well in heaven...

Bermula dari mendapatkan berita di siang bolong dari papi, ‘Anaknya Om X hilang dari kemarin.’ Karena dapat ceritanya kemarin (senin), maka hilangnya berarti kemarinnya lagi (minggu). Kebetulan papi lumayan deket sama Om X, bisa dibilang itu teman baiknya. Kadang malah terlihat lebih dekat daripada saudara sendiri. Kaget tentu mendengar berita sepotong seperti itu. Anak yang umurnya sudah 20-an tahun hilang begitu saja.

Ketika ditanya ke papi, katanya kemarin diminta papanya untuk beli obat di apotek di kompleks rumahnya. Mereka tinggal di Sunter, yang kita semua tahu bukan merupakan daerah yang sepi terutama di hari Minggu. Setelah keluar dari rumah, sang ayah tidak mendengar kabar apapun dari anaknya lagi. Mulai pikiran buruk bermunculan, jangan-jangan diculik. Tapi cukup aneh memang kalau diculik, karena si anak mengendarai mobilnya sendiri di lingkungan yang ramai. Kalau asumsi orang kan penculikan itu biasa terjadi di tempat yang sepi dari khalayak umum.

Bagaimanapun juga, sang ayah yang cemas akhirnya memutuskan untuk mendatangi polisi untuk melaporkan hilangnya anaknya. Kabar sepotong-sepotong yang diberitakan papi ke kami di rumah diberitakan dalam kurun waktu beberapa jam sekali. Dan karena sepertinya semakin lama kondisinya semakin suram, kami tidak bertanya lebih jauh via telepon atau bbm. Yang kami tahu hanyalah minggu malam terjadi penarikan uang sejumlah 10 juta dari rekening sang anak dari daerah Bekasi. Lalu seninnya terjadi penggunaan kartu kredit sang anak di daerah Surabaya. Yang ada dipikiran saya masih terpecah, antara benar sang anak diculik, atau memang kabur. Semoga saja kabur, karena berarti dia pergi atas kemauan sendiri, bukan diculik. Tante X menangis tak berhenti memikirkan anaknya. Harusnya dari tangisannya saja sudah bisa diduga bahwa sang anak bukan hilang atas kemauan sendiri, sebut saja naluri seorang ibu.

Malam hari kemarin, papi mengabari bahwa mereka akan pergi ke Cikampek untuk mencari sang anak yang katanya dibuang disana. Saya tidak tahu apakah kalian percaya atau tidak dengan sixth sense, nyatanya memang ada beberapa orang yang diberi karunia untuk melihat hal-hal yang biasanya tidak bisa dilihat oleh orang lain. Intinya, salah satu teman dari teman mereka memiliki kemampuan itu dan mengatakan bahwa sang anak ada di daerah Cikampek, dan mobilnya sudah dibawa pergi tentunya. Mungkin kalian berpikir betapa anehnya mempercayai kata-kata tanpa dasar seperti itu. Tapi kalau di benak saya, orang tua yang putus asa mencari anaknya yang hilang akan melakukan apapun, apapun yang memberikan harapan walau hanya sesedikit mungkin, semua demi anaknya. Dan mereka memutuskan untuk mempercayai harapan tipis itu. Maka pergilah mereka dengan papi mami dan entah berapa orang lainnya untuk mendatangi rumah sakit di tempat yang ditunjukkan itu.

Muncul sedikit pikiran buruk bahwa sang anak pasti dalam kondisi yang buruk, karena kalau tidak, maka pasti dia akan mencari bantuan. Tidak ada yang berani menyebutkan kata meninggal, semua berharap sang anak ditemukan dalam keadaan selamat. Kami semua mengatakan pasti selamat karena begini, pasti selamat karena begitu, mencarikan alibi atas ketidakadaan kabar sang anak. Pada dasarnya, manusia yang mungkin punya sedikit naluri mengenai suatu fakta, sering tidak berani mengucapkannya karena dia berharap fakta itu salah. Sometimes we spoke something to convince ourself.

Kabar berikutnya yang kami terima adalah bahwa sang anak ditemukan dalam keadaan meninggal. Dijerat menggunakan tali sepatu, dan jasatnya dibuang di kali. Ditemukan oleh warga pada pukul 8 pagi kemarin. Perih bukan? Orang tua harusnya tidak memiliki beban untuk mengubur anaknya sendiri. Anak harusnya hidup sampai besar untuk melihat orangtuanya menua sementara mereka tumbuh menjadi dewasa. Tapi hidup memang aneh, dan apapun mungkin terjadi.

Kalau papi mami dan pasangan Om dan Tante X tinggal di satu daerah yang sama, mungkin kami dan sang anak akan saling mengenal seperti saudara sepupu saja. Toh orang tua kami sangatlah dekat. Akan tetapi, pada faktanya kami tidak mengenal sang anak. Tetapi walau kami tidak mengenalnya, bohong jika kami bisa menghilangkan perasaan sedih dan prihatin, perasaan miris yang kami rasakan ketika menerima berita ini. Sedih melihat kesedihan papi yang mengenal anak itu sejak kecil. Sedih memikirkan perasaan orang tuanya yang mendadak kehilangan anaknya dalam keadaan yang sangat tidak manusiawi.

Wajar jika manusia memiliki rasa cemas hingga paranoid karena faktanya begitu banyak kejahatan yang tega ditimpakan kepada orang lain ketika seseorang menginginkan sesuatu. Manusia dengan mudahnya tega manghilangkan nyawa. Mengetahui cerita ini semakin menyadarkan bahwa manusia memiliki hidup yang luar biasa singkat. Sekarang ada besok bisa hilang.

Farewell, David. May you rest in peace. No matter how soon you departed from this world and how cruel its way, I hope you have a great life and get a peace inside. God please give strength to his parents who left behind. And God please protect all of us from any evilness from other people’s mind.


Our Father, Who art in heaven, Hallowed be Thy Name.
Thy Kingdom come.
Thy Will be done, on earth as it is in Heaven.
Give us this day our daily bread.
And forgive us our trespasses, as we forgive those who trespass against us.
And lead us not into temptation, but deliver us from evil.
Amen.

January 6, 2011

Say hey to Eeyore

Maybe one of my favorite characters is Eeyore. You know him, don’t you? Please tell me that you know, because if you don’t it will make him sad. It’s not like I only favor him. I like Mickey, especially the baby type and the classic type. But for me, Mickey is just too smart for my taste. He is always boasting about his knowledge, and yes, he’s very smart. Eeyore is different. It’s not that he’s not smart. He is, only he won’t boast about it. And if you know nothing about him, then let me tell you something about Eeyore.


Taken from here:
Eeyore is one of Winnie the Pooh characters, a very gloomy, blue-gray donkey, stuffed with sawdust. His appearance is highlighted by a small light pink bow on his tail; this reflects well on this animal when there is an occasional hint of joy that surfaces in Eeyore. Eeyore is about 18 inches in height and 27 inches in length. Eeyore resides in the southeast corner of the 100 Acre Wood, an area marked as "Eeyore's Gloomy Place: Rather Boggy and Sad" presented in the book’s map area. His favourite food is thistles. Amongst his other preferences are pots and red balloons. Eeyore’s birthday fall on the 10th of May, 1871 which the date when he was made. Eeyore loves being remembered on his birthday and likes to blow the cake while his other friends join him in the celebration whereas be dislikes being bounced, he is not fond of swimming and dislikes broken thistles. His other concern is that his house keeps falling down (he has to rebuild it again, and again, and again).

Because Eeyore is made of sawdust, thus when he lost his tail in the 100 Acre Wood, Owl found it and began using it as bell-pull outside his door. Then Winnie the Pooh found it and ultimately Christopher Robin pins it onto his back, much to his delight that he has his lost tail fixed. Eeyore will often enquire that if his tail has been properly fixed and at the right point. It is well known that Eeyore has a depressive nature and he is always gloomy, but he is also a compassionate animal. This is shown when Eeyore is able to grow a plant which Rabbit, a much respected gardener is unable to grow. Eeyore achieves this by giving the plant some of his love.

In Eeyore’s perception of himself, he doesn’t expect too much of himself and therefore remains quiet for most of the time. That in no ways means he isn’t an intelligent animal, he is actually quite knowledgeable yet he confines his knowledge to himself. This is the reason why he is very quiet most of the time and a bit depressed.

Eeyore has very little expectations from his friends and therefore wherever there is an occasion where his friends gather around his to help him, his thoughts of receiving the worst are dismissed and he has a feeling of being grateful to them. Eeyore’s biggest problem is when his tail falls off and that happens frequently (he has lost it many times). And this is where his friends help him the most and amongst all friends Christopher Robin is the one who mostly undertakes the job of fixing Eeyore’s tail. Christopher uses a drawing pin to reattach the tail. Owl once mistook Eeyore’s tail for being a bell-pull. He shall often pretend that he is helping his friends in their time of need because he has nothing better to do but that in no way means he is unwilling to help, Eeyore is always ready to lend a helping hand to his friends.


Isn’t he sweet? His eyes makes me want to take him home and hugs him tightly. Maybe that’s one of the reason why my boyfriend keeps giving me Eeyores :D I think he’s afraid that I will crush my Eeyore soon with my hugs. Or maybe he wants them to keeps me company.

Anyway, I really love all of my bluish Eeyores with their gloomy and stupid face..

January 4, 2011

Hello, 2011,

Well, kinda nice to meet you. Hmm, that’s understatement. I’m ecstatic to meet you. Somehow I really wish last year to disappear soon enough, and well, it’s granted. And it’s not because last year is not good. It was pretty nice.

Anyway, tho last year was good enough, I’m eager to feel you, 2011. I don’t know whether you’ll be good or not. I just know that this year will give me something. It’ll bring me something.

I just believed it.

So, please granted my wish again this year, will ya? I know you can :)